PARAGRAF
Merupakan bagian karangan yang
terdiri dari beberapa kalimat yang utuh dan padu sehingga membentuk satu
kesatuan pikiran/ide.
JENIS PARAGRAF
Ø
Berdasarkan letak kalimat, paragraf dibedakan
menjadi tiga, yaitu
1. Deduktif,
kalimat utama terletak di awal paragraf
2. Induktif
Kalimat utama terdapat di akhir paragraf
3. Campuran,
kalimat utama terletak di awal dan di akhir paragraf.
Ø
Berdasarkan tujuannya, pargraf dibedakan
menjadi lima, yaitu:
1. Narasi,
bertujuan untuk menceritakan sesuatu yang disajikan secara kronologis
2. Eksposisi,
bertujuan untuk menjelaskan sesuatu hal
yang berupa fakta.
3. Persuasi,
bertujuan untuk membujuk, merayu, mengajak, atau mempengaruhi pembaca.
4. Argumentasi
, berisi pengungkapan fakta yang disertai dengan pendapat, opini, dan ide.
5. Deskripsi,
bertujuan untuk menggambarka suatu barang atau keadaan secara rinci hingga
menyentuh panca indera kita.
MAJAS
Majas (
figurative Language) adalah bahasa kias/gaya bahasa, bahasa yang digunakan
untuk menciptakan efek tertentu.
A. MAJAS PERBANDINGAN
1.
Metafora
Adalah majas perbandingan yang
diungkapkan secara singkat dan padat.
Contoh:
·
Dia dianggap sebagai anak emas majikannya.
·
Perpustakaan adalah gudang ilmu.
·
Anton menjadi tangan kanan pimpinannya.
2.
Personifikasi
Adalah majas yang membandingkan
benda-benda tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia.
Contoh:
·
Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk
·
Daun kelapa melambai-lambai di tepi pantai
3.
Asosiasi ( simile )
• Adalah
perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap
sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama,
seperti.
Contoh :
-
Semangatnya keras bagaikan baja.
-
Wajahnya bagai bulan purnama.
4.
Alegori
Adalah majas yang menjelaskan maksud
secara tidak harafiah. Biasanya berupa cerita dalam bentuk lambang-lambang yang
mengandung pesan-pesan moral dan spiritual.
Bisa berbentuk puisi ataupun
prosa.
Contoh :
Cerita kancil dan buaya
B. Majas pertentangan
1.
Hiperbola
Adalah majas yang mengandung pernyataan yang berlebihan dengan maksud
memperhebat, meningkatkan kesan, dan daya pengaruh
Contoh :
-
Saya
terkejut setengah mati mendengar
perkataanya.
-
Tubuhnya
kurus kering setelah
ditinggal oleh ayahnya.
2.
Litotes
Adalah majas yang ditujukan
untuk mengurangi atau mengcil-ngecilkan kenyataan sebenarnya.
Contoh :
• Kami
berharap Anda mau menerima pemberian yang tidak berharga ini.
• Gajiku
tidak seberapa, hanya cukup untuk makan anak dan istri
3.
Ironi
Adalah majas menyatakan makna yang
bertentangan dengan maksud untuk menyindir atau memperolok-olok.
Contoh :
• Rajin
sekali kamu, lima hari tidak masuk sekolah.
• Bersih
sekali kamarmu ini, sampai-sampai ada tikus bersarang dikolong tempat tidur
4.
Sinisme
Adalah majas yang
menyatakan sindiran secara langsung
Contoh :
• Perkataanmu
tadi sangat menyebalkan!
• Bisa-bisa
aku jadi gila melihat kelakuanmu itu!
BERITA
A. Definisi
Adalah peristiwa atau kejadian yang telah dilaporkan. Berita
bersifat faktual dan pada umumnya menyangkut peristiwa atau kejadian yang
aktual dan menarik perhatian khalayak.
B. Ciri-ciri berita yang baik
1. Publisitas
Laporan yang disajikannya diajukan
untuk umum (publik) sehingga bobot isi dan ragam bahasa harus yang dapat
dipahami masyarakat luas.
2. Aktual
Informasi yang disajikan harus yang
terbaru.
3. Objektif
Berita yang disajikan hendaknya tidak
memihak. Fakta yang disajikan harus diperoleh dari berbagai sumber secara
berimbang.
4. Menarik
Peristiwa yang disajikan hendaknya
yang menarik khalayak dan menggugah untuk membacanya.
C. Struktur penyampaian berita
Penyampaian berita menggunakan rumus 5W+1H, yang mencakup
rumusan pertanyaan:
1. Apa (what) peristiwanya?
2. Siapa (who) yang mengalami peristiwa
tersebut?
3. Di mana (where) terjadinya peristiwa
tersebut?
4. Kapan (when) terjadinya peristiwa
tersebut?
5. Mengapa (why) peristiwa tersebut
terjadi?
6. Bagaimana (how) proses kejadiannya?
D. Bagian-bagian berita
Judul Berita
